30 December 2005
Peringkat kerusakan hutan tertinggi, di wilayah Unit I Jatim, Unit II Jateng dan Unit III Jabar. Jatim berada di kawasan Padangan (Bojonegoro), Saradan (Madiun) dan Ngawi. Jateng di Cepu, Karangharjo, Randu Belatung dan Parengan. Sedangkan di Jabar yaitu Sumedang dan Tasikmalaya.
"Soal pengamanan hutan agar terhindar dari kerusakan, kami tidak akan melakukan penambahan Polisi Hutan (Polhut). Total seluruh Indonesia Polhut berjumlah 6.400 personel untuk mengawasi hutan seluas 2,5 juta hektare lebih. Sedangkan total jumlah pegawai PT Perhutani saat ini mencapai 32.000," kata Dirut PT Perhutani Transtoto Handadari kepada wartawan usai membuka Work Shop Kehumasan PT Perhutani seluruh Indonesia, Jumat (23/12).
Melalui pola kemitraan dengan masyarakat pinggiran hutan dalam pemanfaatan lahan hutan, Perhutani mampu menekan tingkat kerusakan hutan akibat penjarahan. Buktinya, kata Transtoto, angka kerugian dan luas kerusakan hutan dari tahun ke tahun mengalami penurunan drastis.
Berdasarkan data kerugian dialami PT Perhutani akibat kerusakan hutan, yaitu 2004 sebesar Rp60 miliar, 2005 ditaksir Rp40 miliar dan 2006 diprediksikan Rp20 miliar-Rp30 miliar. Melalui kemitraan dengan masyarakat pinggiran hutan, kata Transtoto, ternyata dirasakan lebih efektif, berdaya guna dan memiliki manfaat ganda bagi PT Perhutani maupun masyarakat sendiri.
Kerusakan Hutan Di Jatim
Peringkat kerusakan hutan tertinggi, di wilayah Unit I Jatim, Unit II Jateng dan Unit III Jabar. Jatim berada di kawasan Padangan (Bojonegoro), Saradan (Madiun) dan Ngawi. Jateng di Cepu, Karangharjo, Randu Belatung dan Parengan. Sedangkan di Jabar yaitu Sumedang dan Tasikmalaya.
"Soal pengamanan hutan agar terhindar dari kerusakan, kami tidak akan melakukan penambahan Polisi Hutan (Polhut). Total seluruh Indonesia Polhut berjumlah 6.400 personel untuk mengawasi hutan seluas 2,5 juta hektare lebih. Sedangkan total jumlah pegawai PT Perhutani saat ini mencapai 32.000," kata Dirut PT Perhutani Transtoto Handadari kepada wartawan usai membuka Work Shop Kehumasan PT Perhutani seluruh Indonesia, Jumat (23/12).
Melalui pola kemitraan dengan masyarakat pinggiran hutan dalam pemanfaatan lahan hutan, Perhutani mampu menekan tingkat kerusakan hutan akibat penjarahan. Buktinya, kata Transtoto, angka kerugian dan luas kerusakan hutan dari tahun ke tahun mengalami penurunan drastis.
Berdasarkan data kerugian dialami PT Perhutani akibat kerusakan hutan, yaitu 2004 sebesar Rp60 miliar, 2005 ditaksir Rp40 miliar dan 2006 diprediksikan Rp20 miliar-Rp30 miliar. Melalui kemitraan dengan masyarakat pinggiran hutan, kata Transtoto, ternyata dirasakan lebih efektif, berdaya guna dan memiliki manfaat ganda bagi PT Perhutani maupun masyarakat sendiri.
28 May 2006
Pemotongan Cabang Secara Berkala
Pertumbuhan tanaman jati perlu diawasi agar mencapai hasil panen yang maksimal. Mulai dari pemupukan hingga penjarangan.
Pemotongan Cabang Secara Berkala
Pertumbuhan tanaman jati perlu diawasi agar mencapai hasil panen yang maksimal. Mulai dari pemupukan hingga penjarangan.
30 December 2005
Kerusakan Hutan Di Jatim
Peringkat kerusakan hutan tertinggi, di wilayah Unit I Jatim, Unit II Jateng dan Unit III Jabar.
Kerusakan Hutan Di Jatim
Peringkat kerusakan hutan tertinggi, di wilayah Unit I Jatim, Unit II Jateng dan Unit III Jabar.
10 December 2005
Jati Baru
Jonggol, 10 Desember 2005, penanaman pohon jati baru dimulai dilahan seluas 1 hektar.
Jati Baru
Jonggol, 10 Desember 2005, penanaman pohon jati baru dimulai dilahan seluas 1 hektar.
