Pohon Jati || Pemeliharaan & Kualitas

Tanaman jati emas tidak banyak beda dengan tanaman jati lokal dalam hal penanaman dan pemeliharaanya.
Hama jati yang banyak ditemukan antara lain adalah bubuk jati (Xyleborus destruens Bldf) yang menyerang batang hingga berlubang-lubang, ulat daun jati (Hiblaea puena Cr, Pyrausta machoeralis Wlk) yang mampu memakan daun hingga gundul, rayap atau inger-inger (Neotermes tectonac Damm) dan oleng-oleng (Duomitus ceramicus Wlk) yang menyerang batang melalui akar.
Penyakit yang lazim terdapat pada jati antara lain disebabkan oleh bakteri (Pseudomonas solanacearum Smith), jamur upas (Corticium salmonicolor Berk and Br) dan benalu (Loranthus spp).

Penyemprotan insektisida (Lanatte) secara berkala tiap 2 minggu adalah sangat diperlukan untuk mengendalikan serangan ulat dan belalang. Penyemprotan insektisida dengan dosis yang tepat akan mencegah dan mematikan hama serangga yang menyerang dan merusak jati tanaman muda (sampai umur 6 bulan). Pengendalian hama tanaman jati yang sudah besar dengan cara mengasapi tanaman menggunakan belerang yang dibakar adalah lebih efektif. Selain itu pencegahan hama dapat dilakukan dengan tindakan silvikultur seperti penjarangan dan pembersihan tumbuhan bawah yang menjadi sarang hama. Pemberantasan penyakit dapat dilakukan dengan jalan segera menebang dan membakar pohon yang terserang. Pengendalian ini ditujukan agar pertumbuhan tanaman jati tidak terganggu.

Kualitas Kayu Yang Tinggi
Karena performance jati emas seperti yang telah kita bahas maka bentuk batang menjadi lurus, silindris (bulat) dan tidak banyak mata kayu. Hal ini menjadikan jati emas tinggi akan kualitasnya.  
 
28 May 2006
Pemotongan Cabang Secara Berkala
Pertumbuhan tanaman jati perlu diawasi agar mencapai hasil panen yang maksimal. Mulai dari pemupukan hingga penjarangan.
 
28 May 2006
Pemotongan Cabang Secara Berkala
Pertumbuhan tanaman jati perlu diawasi agar mencapai hasil panen yang maksimal. Mulai dari pemupukan hingga penjarangan.

30 December 2005
Kerusakan Hutan Di Jatim
Peringkat kerusakan hutan tertinggi, di wilayah Unit I Jatim, Unit II Jateng dan Unit III Jabar.

10 December 2005
Jati Baru
Jonggol, 10 Desember 2005, penanaman pohon jati baru dimulai dilahan seluas 1 hektar.